Kanker Ovarium, Ini Terapi Penyembuhannya

Klinik Tramedica | 22.23.00 |

Wanita memiliki dua buah ovarium yang masing-masing terletak pada sisi uterus. Ovarium tersebut berfungsi memproduksi sel telur, estrogen, progesterone, dan testoteron. Kanker ovarium, biasanya berawal dari dinding ovarium yang sering tidak terdeteksi hingga sel kanker menyebar ke bagian pinggul dan perut. Beberapa gejala yang muncul jika terkena kanker ovarium adalah rasa kembung pada perut, nyeri pada bagian pinggul, gangguan pencernaan, sembelit, perubahan siklus menstruasi, tidak bertenaga, dan nyeri saat melakukan berhubungan seksual. 

Nah, umumnya kanker ovarium dipicu karena faktor keturunan, memasuki masa menopause, menderita jenis kanker lain misalnya kanker payudara atau kanker rahim, tidak pernah hamil, dan dampak dari perawatan hormon. Selain itu, sel kanker biasanya akan tumbuh dan membelah diri tanpa terkontrol. Berikut beberapa cara untuk mengobati kanker ovarium:
1.Operasi
Pada beberapa kasus kanker ovarium, operasi merupakan tindakan yang sering dipertimbangkan. Pasalnya, operasi merupakan cara pengobatan jika kanker telah memasuki stadium lanjut. Selain itu, sebelum operasi  dokter biasanya akan mengatakan apa saja yang akan terjadi selama dan setelah operasi. Biasanya akan meliputi pengangkatan kedua ovarium dan tuba falopi, pengangkatan rahim, dan omentum (lapisan jaringan di dalam perut). 
Selain itu, dokter pun akan mengambil kelenjar getah bening dari pelvis dan perut,s erta sample jaringan di dekatnya utuk mengetahui apakah ada sel kanker yang masih tertinggal atau tidak. Nah, jika telah menyebar maka dokter pun akan mengangkat semua sel kanker tersebut yang disebut debulking surgery. 
2.Kemoterapi
Pengobatan kemoterapi merupakan pengobatan menggunakan anti-kanker  (cytotoxic) obat yang membunuh sel kanker. Hal ini biasnaya diberikan seelah dilakukan operasi kanker ovarium. Pada beberapa kasus, kemoterapi bisa dilakukan untuk membantu mengecilkan tumor atau mengeliminasi  sel kanker yang masih sedikit. 
Kemoterapi biasanya diberikan pada pasien rawat jalan, dan tidak perlu menginap di rumah sakit.  Nah, setelah kemoterapi berjalan, akan ada tes lanjutan untuk memastikan apakah sel kanker masih ada atau tidak. Selain itu, kemoterapi pun memiliki efek samping seperti infeksi, kehilangan nafsu makan, kelelahan, rambut rontok, dan sakit pada mulut. 
3.Radioterapi
Radioterapi adalah mentode penggunaan kanker dengan menggunakan sinar X dengan energy yang tinggi. Sama halnya dengan kemoterapi, radioterapi juga bertujuan untuk menghambat sel kanker supaya tidak berkembang dan menyebar ke tempat lain. Namun, raditerapi biasanya digunakan untuk mengobati kanker ovarium. 
4.Bantuan psikologis
Bagi para penderita kanker, dukungan dari orang terdekat merupakan obat yang paling berharga untuk mereka. Nah, oleh karena itu dukungan serta bantuan psikologis bagi para penderita kanker sangat dibutuhkan. Mulai dari memberi semangat, hingga mendengarkan cerita mereka selama menjalani pengobatan dan mengidap kanker. Selain keluarga, pasien kanker pun dapat sharing dengan konselor terlatih ataupun terapis. Dengan begitu, penderita kanker merasa mendapat motivasi untuk dapat sembuh dan berjuang untuk penyakitnya tersebut. (DV)

Herbal Ekstrak

product 1

Bahan baku herbal Tramedica berstandar internasional. "Dibuat dengan teknologi mutakhir dan berkualitas tinggi." Racikan dilakukan sendiri oleh Ratu Givana mematikan sel kanker dan mengikis masa tumor.

Berpengalaman

product 1

"Ratu Givana lahir di keluarga praktisi herbal. " Berpengalaman 17 tahun lebih di pengobatan tradisional, khususnya kanker dan tumor. Mengobati penyakit pra-cancer, maupun kanker pasca operasi dan kemoterapi.

Konsultasikan

product 1

Layanan Konsultasi bisa dilakukan di tiap cabang Tramedica. Konsultasikan keluhan Anda dan cegah kanker sejak dini untuk memperoleh pengobatan secara tepat dan cepat. Hubungi 0812 9710 2727 - 0815 927 2727

close
Banner iklan disini