Kecambah Brokoli Dapat Nonaktifkan Gen Kanker?

Klinik Tramedica | 23.29.00 |

Sebuah studi baru dalam jurnal Current Pharmacology Reports menemukan bahwa sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis Brussel, dan kale memiliki kemampuan untuk mengatur gen yang menyebabkan sel kanker berkembang biak.

Para ilmuwan di University of Alabama Birminghammenyatakan dalam catatan studi mereka bahwa "Mengatur kemampuan sel untuk berkembang biak pada tingkat genetik merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit." 

“Jawaban untuk kemoprevensi mungkin telah tersedia untuk masyarakat umum sejak awal. Diet epigenetik mendapatkan perhatian ekstrim, untuk penelitian menunjukkan bahwa sayuran tidak hanya merupakan sumber penting dari nutrisi, tapi mungkin merupakan kunci untuk menghilangkan kanker sebagai penyakit yang mengancam kehidupan." 


Sayuran mengandung senyawa tanaman obat yang dikenal sebagai indole-3-carbinols (I3C) dan sulforaphane, yang keduanya telah dikaitkan dengan kemampuan anti-kanker. Kecambah brokoli merupakan sumber yang sangat kaya akan senyawa ini, serta glukosinolat dan glucoraphanin, yang dapat meningkatkan jumlah sulforaphane dalam tubuh. Dengan beberapa perkiraan, kecambah brokoli mengandung lima puluh kali lebih banyak sulforaphane dibandingkan brokoli matang.

Sulforaphane adalah senyawa mapan yang memiliki kemampuan untuk melawan kanker dan estrogen seperti kanker payudara pada khususnya. Seperti yang ditunjukkan dalam beberapa studi, senyawa ini memiliki sifat anti-kanker terhadap kanker kandung kemih, kanker prostat, dan leukemia.

Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Cancer Prevention Research mengeksplorasi kemampuan minuman yang dibuat dengan kecambah brokoli untuk membantu detoksifikasi tubuh dari polutan udara, termasuk karsinogen benzena. Para peneliti di Johns Hopkins School of Medicine, Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health,University of Pittsburgh, University of Minnesota, dan Qidong Liver Cancer Institute di China menilai kemampuan minuman brokoli untuk meningkatkan ekskresi polutan udara. Mereka menemukan bahwa selama periode penelitian dua belas minggu kecambah brokoli secara signifikan meningkatkan ekskresi beberapa polutan udara, terutama benzena.

Baca Juga:
Penyebab Penglihatan Spider Web (Eye Floaters) 
Kurkumin, Obat Alami Penghilang Nyeri Otot

Benzene telah dikaitkan dengan kanker dan leukemia serta anemia. Hal ini ditemukan di banyak sumber termasuk bahan bakar kendaraan bermotor, pelarut, dan asap rokok. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan benzena menjdai masalah kesehatan masyarakat yang utama. WHO menunjukkan bahwa knalpot mobil menyumbang jumlah terbesar dari benzena di lingkungan umum. Minyak, panas dan beberapa produk konsumen adalah sumber utama dari benzena di dalam ruangan.

Dosis studi kecambah brokoli bervariasi; Namun 1.7 ons (sekitar 100 gram) atau lebih setiap hari biasanya dianjurkan untuk tujuan terapeutik. Kecambah brokoli tersedia di sebagian besar toko makanan kesehatan. Anda juga dapat mengembangkannya sendiri. Kecambah Brokoli bisa dimakan sendiri dengan saus salad favorit Anda, atau ditambahkan ke sandwich.

Herbal Ekstrak

product 1

Bahan baku herbal Tramedica berstandar internasional. "Dibuat dengan teknologi mutakhir dan berkualitas tinggi." Racikan dilakukan sendiri oleh Ratu Givana mematikan sel kanker dan mengikis masa tumor.

Berpengalaman

product 1

"Ratu Givana lahir di keluarga praktisi herbal. " Berpengalaman 17 tahun lebih di pengobatan tradisional, khususnya kanker dan tumor. Mengobati penyakit pra-cancer, maupun kanker pasca operasi dan kemoterapi.

Konsultasikan

product 1

Layanan Konsultasi bisa dilakukan di tiap cabang Tramedica. Konsultasikan keluhan Anda dan cegah kanker sejak dini untuk memperoleh pengobatan secara tepat dan cepat. Hubungi 0812 9710 2727 - 0815 927 2727