Kanker Hati Penyebab Kematian Tertinggi Ketiga di Dunia

Klinik Tramedica | 20.01.00 |

Berdasarkan data Globocan yang dirilis oleh the International Agency for Research on Cancer (IARC), pada tahun 2008 tercatat 748.000 kasus kanker hati yang terdiagnosa. Penyakit ini merupakan kanker dengan angka kematian tertinggi ketiga, dengan 696.000 pasien meninggal dunia setiap tahunnya. Lebih dari 85% dari kasus tersebut terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Riset yang sama juga menyatakan bahwa di Indonesia terdapat 13.238 kasus kanker hati dengan angka kematian mencapai 12.825 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan meningkatnya prevalensi penderita hepatitis B dan C yang saat ini mencapai 30 juta jiwa. Sebanyak 50% di antaranya diperkirakan menderita penyakit hati kronis dan 10% mengalami kanker hati.
Hepatocellular Carcinoma (HCC) merupakan jenis kanker hati yang paling umum; dialami oleh 90% pasien dengan tumor hati ganas. Sayangnya, penyakit ini jarang menunjukkan gejala khas sehingga 70%-80% pasien HCC terdiagnosa pada stadium menengah hingga lanjut. Padahal rata-rata tingkat keselamatan hidup mereka sangatlah rendah.
Terdapat berbagai pilihan terapi untuk kanker hati, seperti reseksi, transplantasi, cryosurgery, TACE dan lain-lain. Namun terapi-terapi tersebut tidak lagi efektif untuk pasien kanker hati stadium lanjut. Sesuai dengan tujuan utama penanganan kanker hati yang tidak lagi dapat disembuhkan, yaitu perawatan kanker sebagai penyakit kronis, terapi target memegang peranan penting untuk mengendalikan perkembangan kanker demi meningkatkan harapan hidup serta menjaga kualitas hidup pasien selama mungkin.
Kanker hati tentu sangat mempengaruhi kehidupan pasien beserta keluarganya, tak jarang mereka mengalami kelelahan fisik dan mental. Perawatan kanker hati juga menjadi beban ekonomi tersendiri, padahal tanpa terapi, banyak pasien kanker hati yang kondisinya memburuk dengan cepat dan meninggal dunia tidak lama setelah penyakit terdiagnosa.
Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, ahli kanker, perusahaan farmasi, dan kelompok advokasi untuk meringankan beban pasien kanker hati sangatlah dibutuhkan. Demi menjaga harapan hidup pasien kanker hati di Indonesia dan meningkatkan kepatuhan berobat, Yayasan Kanker Indonesia berupaya meringankan beban pasien yang secara finansial kurang mampu, melalui program NexPAP (Patients Assistance Program) dan didukung oleh Bayer Indonesia.
Melalui program ini, pasien mendapatkan Sorafenib secara gratis setiap dua bulan sekali selama satu tahun. Sorafenib, yang merupakan satu-satunya terapi yang disetujui untuk HCC stadium lanjut telah terbukti dapat meningkatkan tingkat keselamatan sebanyak 47% dibandingkan plasebo.
Beberapa negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia, dan Thailand telah memasukkan terapi target untuk HCC ke dalam daftar penyakit yang pembiayaannya dibantu oleh Negara melalui berbagai sistem, salah satunya adalah skema pembiayaan bersama (cost-sharing) dengan perusahaan farmasi serta berkolaborasi dengan organisasi advokasi kanker atau rumah sakit setempat.
Sementara di Indonesia, hingga saat ini sebagian besar pasien kanker hati masih harus menanggung sendiri biaya pengobatan mereka. Beberapa jenis kanker lainnya misalnya kanker paru, payudara, ovarium, serviks, nasofaring, dan lain-lain sudah mendapat bantuan dari pemerintah, sedangkan kanker hati belum.
Untuk lebih meningkatkan pemahaman mengenai kanker hati dan menggugah kepedulian semua pihak akan perjuangan pasien kanker hati, Yayasan Kanker Indonesia mengadakan acara diskusi media yang menghadirkan Prof. Dr. L. A. Lesmana, Ph.D, SpPD-KGEH, FACG. yang memberikan penjelasan mengenai kanker hati dan pengobatannya pada hari Selasa (27 Maret 2012) di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Acara yang dibuka oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr.dr. Nila Djuwita F.Moeloek, SpM(K) juga mengundang beberapa pasien kanker hati untuk berbagi mengenai harapan positif dan perjuangan mereka untuk terus menjalani hidup lebih lama dan berkualitas bersama keluarga.

Herbal Ekstrak

product 1

Bahan baku herbal Tramedica berstandar internasional. "Dibuat dengan teknologi mutakhir dan berkualitas tinggi." Racikan dilakukan sendiri oleh Ratu Givana mematikan sel kanker dan mengikis masa tumor.

Berpengalaman

product 1

"Ratu Givana lahir di keluarga praktisi herbal. " Berpengalaman 17 tahun lebih di pengobatan tradisional, khususnya kanker dan tumor. Mengobati penyakit pra-cancer, maupun kanker pasca operasi dan kemoterapi.

Konsultasikan

product 1

Layanan Konsultasi bisa dilakukan di tiap cabang Tramedica. Konsultasikan keluhan Anda dan cegah kanker sejak dini untuk memperoleh pengobatan secara tepat dan cepat. Hubungi 0812 9710 2727 - 0815 927 2727