Gara-gara Pola Hidup, Orang Indonesia Jadi Gampang Kena Kanker

Klinik Tramedica | 18.22.00 |

WHO memprediksi 70 persen lonjakan angka pasien kanker global akan terjadi di negara berkembang. Indonesia pun tak luput dihantui risiko ini.

Mengapa terjadi peningkatan kasus kanker di Indonesia? Salah satu pembicara dalam ESTRO Course 2014, Barbara Jereczek-Fossa, MD, PhD dari University of Milan mengungkapkan, "Fortunately we live longer and unfortunately the machine is working worse. Justru makin lama kita hidup, paparan gaya hidup yang tidak sehat dan rokok makin banyak sehingga memicu timbulnya kanker."

Hal yang sama juga diamini wakil presiden perhimpunan profesi onkologi radiasi se-Asia Tenggara, Prof Dr dr Soehartati A Gondhowiardjo, SpRad(K), OnkRad.

"Kita terlalu banyak mengadaptasi gaya hidup orang Barat yang kita bilang 'keren' itu. Dulu kita makan pakai daun, sekarang kita makan pakai styrofoam. Padahal di Barat sudah dikurangi," tegasnya dalam jumpa pers ESTRO Course 2014 di Fakultas Kedokteran UGM, Selasa (4/11/2014).

ESTRO Course digelar oleh European Society for Radiotherapy and Oncology (ESTRO) untuk memberikan edukasi kepada para dokter, terutama di bidang radioterapi dan onkologi atau kanker berikut pengobatannya. Kali ini ESTRO Course bertempat di Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, mulai tanggal 2-6 November 2012 dan diikuti peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara, Jepang, India, Pakistan dan Australia.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Soehartati juga mengaku semakin prihatin ketika di Indonesia gaya hidup kebarat-baratan ini tidak diimbangi dengan upaya untuk menambah awareness atau kesadaran terhadap pentingnya menjaga agar tubuh tidak terserang kanker.

"Padahal kalau menurut UICC (Union for International Cancer Control), dikatakan bahwa 43 persen risiko kanker bisa dipotong hanya dengan pola hidup sehat. Angka kanker ini bencana, sampe UICC juga mengatakan act now or it will become endemic," ungkapnya.
Caranya bagaimana? Prof Soehartati mengungkapkan sejumlah tips untuk mencegahkanker, antara lain:
1. Positive thinking
2. Mencegah obesitas, dengan melakukan aktivitas fisik
3. Mengatur pola makan

"Makan yang baik, menghindari penyedap, pewarna, pengawet, dsb. Perbanyak konsumsi sayur, intinya back to nature," sarannya.

Yang tak kalah penting, Prof Soehartati menekankan pentingnya deteksi dini. "Dan jangan salah pengobatan. Apapun yang terjadi, datanglah ke dokter di rumah sakit yg benar, seperti RSUP Dr Sardjito atau RSCM. Jangan pakai pengobatan yang tidak jelas," tutupnya.

,

Herbal Ekstrak

product 1

Bahan baku herbal Tramedica berstandar internasional. "Dibuat dengan teknologi mutakhir dan berkualitas tinggi." Racikan dilakukan sendiri oleh Ratu Givana mematikan sel kanker dan mengikis masa tumor.

Berpengalaman

product 1

"Ratu Givana lahir di keluarga praktisi herbal. " Berpengalaman 17 tahun lebih di pengobatan tradisional, khususnya kanker dan tumor. Mengobati penyakit pra-cancer, maupun kanker pasca operasi dan kemoterapi.

Konsultasikan

product 1

Layanan Konsultasi bisa dilakukan di tiap cabang Tramedica. Konsultasikan keluhan Anda dan cegah kanker sejak dini untuk memperoleh pengobatan secara tepat dan cepat. Hubungi 0812 9710 2727 - 0815 927 2727

close
Banner iklan disini